Tags

, , , , , , ,

Sekilas dari judul mungkin mirip dan hampir sama dengan artikel yang sempat seliweran bulan lalu saat hari ibu, tapi saya pastikan isinya gak sama soalnya saya juga gak baca sih apa hehe.

Ini saya tulis karena apa yang dirasakan dan dikatakan bunda kemarin sore.

Menjadi seorang anak gadis yang sudah menikah, dan ikut suami. Pastilah membuat seorang ibu merasa sedih, merasa anak mereka diambil, merasa kehilangan dan lagi merasa tak diperhatikan lagi oleh anaknya dan merasa anaknya lebih mementingkan keluarganya yang baru.
Hal wajar yang dirasakan setiap ibu, mereka merasa cemburu dengan keadaan ini. Dan terkadang itu masih juga dirasakan oleh ibu terhadap kami anak anaknya.
Terlebih lagi kami jauh, berbeda pulau dimana kita jarang bisa pulang, hanya lewat telepon bisa berkomunikasi dan berjumpa hampir setahun sekali menjelang lebaran.
Ternyata memberi kabar kepada ibu dengan menelponya itu suatu kebahagiaan yang luar biasa bagi seorang ibu selain kita memberikan materi terhadap beliau, setidaknya itu yang beliau katakan. Apalagi dengan mendengar ocehan cucunya ketika menelpon itu suatu obat atau moodboster banget loh ( eh bener gak tulisanya πŸ˜€ )
Kemarin kebetulan libur tahun baru, karena suami dirumah makanya saya tidak bisa telepon bunda dirumah, karena musti keluar jalan atau bergotong royong bersih bersih rumah gantian menjaga anak.
Hampir setiap hari saya menelpon bunda, meski kadang hanya 5 atau 10 menit. Tanggal 31 saya sempet telpon meski sebentar, mengatakan kalau kami tidak akan keluar kemana mana agar beliau tidak khawatir, apalagi dengan khabar teror bom yang beberapa hari ini tersiar di televisi, bunda khawatir kalau anaknya keluar rumah, ada bom ( dan sekali lagi saya paham ketakutan beliau) meski kadang saya anggap agak lebayπŸ˜‚πŸ˜‚ .
Tanggal 1 nya saya sibuk dengan pekerjaan rumah sorenya karena anak BT akhirnya kami keluar jalan-jalan dan gak sempet telepon beliau.
Tanggal 2 nya pagi saya telpon bunda, karena saya mimpi beliau marah marah terhadap saya, dan benar setelah salam langsunglah sang ibunda menegur.
“Kirain udah lupa ama bunda, kalau suami libur gak mau telpon ya, semua gak ada yang telpon anak-anak ibu” kurang lebih begitu.
Hahaha saya langsung tertawa, ya Allah baru juga sehari ndak telpon sudah begitunya bunda ini, kayak yang 2 minggu gak telpon.
Bunda tertawa dan bilang kalau rasanya udah lama ga telepon, dan sebagai gantinya saya telepon beliau kemarin selama 2 jam… Biar puas juga dengerin cucunua ngoceh-ngoceh gak jelas.
Nah gaes..
Jangan lupa ya buat yang sudah menikah, atau yang merantau jauh dari orangtua, atau keduanya sempetin telepon ibu dirumah ya meski cuma sebentar saja.
Alhamdulilah kita masih diberi kesempatan untuk menikmati kasih sayang beliau, banyak temen-temen kita yang sudah dtinggalkan ibundanya gak bisa mendengar suata beliau.
Jadi sudahkah kita menelpon bunda, ibu atau mama kita hari ini?

Advertisements