Tags

, , , , , ,

Tidak ada yang tahu kapan cinta itu datang, untuk siapa dan kenapa kita bisa mencintai orang itu. Karena cinta itu bisa saja datang karena terbiasa ( ciye udah kayak lirik lagunya Dewa19 aja), yah dengan cara membiasakan diri, benih cinta itu memang bisa muncul, karena pada dasarnya memang jatuh cinta itu membuat logika kita dilumpuhkan oleh yang namanya perasaan. Tapi nanti ya kita tidak sedang membahas definisi cinta nih.

Seperti halnya saya dengan pasangan saya, kami rekan kerja yang setiap hari tidak bisa bertemu karena jadwal kita yang berbeda. Dan lagi saya maupun pasangan sama-sama bukan type pasangan idaman. Maka dari itu masing masing dari kitapun gak pernah kepikiran untuk bisa berpasangan seperti saat ini. Karena selain usia kita yang terpaut lumayan jauh, beda karakter dan sifat itu terlihat sangat tidak mungkin untuk disatukan.

Dari awal yang sederhana, sebagai seorang HRD di sebuah perusahaan tempat saya bekerja wajarlah kalau saya ingin tahu semua staff yang ada di perusahaan tersebut, dia salah satu staff operasional, yang dimana meja kerjanya berada dipojok, gelap dan tidak terjangkau oleh mata, mirip, pas ngobrol ringan, iseng minta contact BBMnya,dan akhirnya saya mulai BBM dengan obrolan-obrolan ringan dan basa-basi bulshit akhirnya kami ( saya sih sebenernya dianya gak tau haha) terbiasa, tidak bbm sehari saja itu rasa sakitnya disini ( sambil nunjuk dada, sebelah kiri, agak bawah dikit, halah apaan sih hehe)

Sampai akhirnya saya sadar kalau saya mulai jatuh cinta sama dia , tapi karena si dia orangnya sangat cuek, pendiam dan menutup diri saya agak ngeri untuk terus maju atau mundur? karena belum apa-apa saya sudah keder duluan, takutnya tar ditolak mentah-mentah, mending udah mateng, kalau measih mentah kan malah makin sakit hehe. Tapi tiba-tiba saya inget salah satu pepatah jawa kuno yang mana sering nenek saya katakan “Witing Tresno, Jalaran Soko Kulino” yang artinya kurang lebih otu seperti ini, benih benih cinta itu datang karena terbiasa,,, orang yang gak ada perasaan apapun tapi karena dibiasakan itu bisa loh menjadi suka, pepatah itulah yang membuat saya untuk tidak menyerah, terus berjuang, tetap semangat dan tidak putus asa. Tetap memberikan perhatian-perhatian ringan sebagai seorang teman, teteap menanyakan obrolan soal kantor, keluhan-keluhan dia, sampai akhirnya dia mau sedikit membuka diri untuk mau curhat ke saya, meski bukan untuk masalah yang wow banget gitu. dari sana saya mulai percaya the power of Kulino , hahaha meski mungkin awalnya saya gak tau kita jalan bagaimana perasaan dia sesungguhnya yang jelas pada akhirnya sampai sekarang saya bisa bersama dia dan bisa merencanakan sebuah pernikahan.

Nah ternyata pepatah-pepatah jawa itu banyak yang terdengar aneh tapi nyatanya memang bisa dibuktikan pembenaranya loh. Nenek dan ibu saya sering sekali menggunakan pepatah jawa saat menasehati kami anak-anaknya ataupun cucunya. Semoga nantinya anak cucu kita masih bisa sering mendengar pepatah-pepatah dari bahasa daerah, ataupun masih bisa menggunakan bahasa daerah dengan baik dan benar. Dan kita sebagai calon ibu, atau yang sudah jadi ibu mungkin jangan lupa tetap mengajarkan bahasa daerahnya, agar bahasa daerah yang ada tidak punah, masak sih nantinya di Indonesia bakal sama kayak di luar negeri, dimana bahasanya pakai bahasa asing?

“Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati”

http://tenteraverbisa.files.wordpress.com/2014/08/banner.jpg

Advertisements